Minggu, 01 Agustus 2010

Kabupaten Minim Ketersediaan Pangan

Kuantan Singingi (Aknet.com) Kendati Pemkab Kuansing secara bertahap sudah berupaya keras untuk terus melakukan pembenahan sejak di mekarkannya menjadi kabupaten pada tahun1999 lalu, termasuk di sektor tanaman pangan, namun belum mampu memenuhi keperluan ketersediaan pangan masyarakat yang diperlukan. Ini artinya, Kabupaten Kuansing minim ketersedian pangan.

Hal ini terungkap dalam ekspos yang disampaikan Sekda Kabupaten Kuansing Drs H Zulkiifli MSi selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Kuansing, dalam ekspos rapat pemantapan ketahanan tingkat Kabupaten Kuansing 2010 di Gedung Abdul Rauf Teluk Kuantan yang dihadiri seluruh leading sektor pertanian dan tanaman pangan, kepala desa serta beberapa nara sumber di bidang ketahanan pangan, baik tingkat Provinsi Riau maupun nasional, Selasa (20/7).

H Zulkifli membeberkan, untuk beras produksi daerah yang baru berhasil dicapai yakni 22.875 ton. Sementara keperluan beras di Kabupaten Kuansing mencapai 32.014 ton sehingga masih kekurangan sebanyak 9.139 ton.

Selanjutnya di sektor pangan hewani (ikan telur dan daging), produksi baru mencapai 7.211,44 ton, sementara keperluan mencapai 17.218 ton atau kekurangan 10.006,56 ton. Tanaman Jagung, produksi yang dihasilkan mencapai 1.180 ton per tahun, keperluan 3.507 ton atau mengalami kekurangan 2.327 ton per tahun. Tanaman umbi-umbian, produksi yang baru dihasilkan mencapai 2.953 ton, keperluan 11.639 ton atau mengalami kekurangan 8.686 ton per tahun.

Sayur dan buah-buahan, produksi 27.463 ton, keperluan 28.698 ton atau kekurangan 1.235 ton. Gula pasir dan gula enau produksi yang dihasilkan mencapai 3 ton, keperluan 3.029 ton atau kekurangan sebanyak 3.026 ton per tahun.

Kondisi ini disebabkan penduduk yang terus bertambah, sementara permintaan pangan semakin meningkat. Selain itu, kelangkaan dan kompetisi pemanfaatan sumberdaya lahan dan air terus berlanjut yang berdampak pada peningkatan produksi pangan semakin sulit.

Faktor lain yang menjadi tantangan pemantapan ketahanan pangan di Kabupaten Kuansing juga dipengaruhi dampak anomaly iklim semakin sulit diprediksi sehingga berpotensi menimbulkan ketidak pastian produksi. Perkembangan ekonomi dan perdagangan memerlukan kebijakan promosi dan untuk produk-produk pangan unggulan daerah.

Pemkab Kuansing sendiri, lanjut Sekda H Zulkifli, komitmen untuk melakukan upaya peningkatannya. Salah satu strategi pemantapan ketahanan pangan yang dilakukan Kabupaten Kuansing yakni, melakukan revitalisasi lahan, perbenihan, infrastruktur, pembiayaan petani, sumberdaya manusia, kelembagaan petani, teknologi dan industri hilir yang secara bertahap sudah mulai menunjukan peningkatan produksinya.

Namun itu semua hendaknya harus didukung dengan berbagai Pihak. program yang di jalankan sudahlah bagus, namun hendaknya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Memikirkan bagaimana caranya jika hasil pangan akan ditingkatkan, sementara  dengan sekali tanam saja cukup untuk menghidupi kebutuhan masyarakat petani tersebut.
Harus diupayakan atau dipikirkan tempat penampungan hasil panen, sehingga memacu dan merangsang Petani untuk giat kembali Menanam dan bertani. dan hendaknya hasil panen di beli dan diolah oleh Pemerintah (sbt)

Kamis, 15 Juli 2010

Koperasi LANGGENG MARSAWA mendapat Penghargaan Koperasi terbaik

Kuantan Singingi (Aknet.com) Hari Jadi Koperasi ke 63 yang diadakan di Kota Surabaya pada tanggal 12 Juli 2010 yang dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudoyono, Ibu Ani Yudoyono, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Gubernur Jawa Timur, Gubernur seluruh Indonesia, Unsur Muspida dan Ketua Umum Pengurus Dewan Koperasi Indonesia dan para direktur BUMN dan Sejumlah Bupati seluruh Indonesia serta Peserta Penerima Penghargaan Koperasi terbaik dan insan Penggerak Koperasi Seluruh Indonesia.

Dalam Sempena Hari Jadi Koperasi ke 63 ini Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan terima kasih kepada insan perkoperasian Indonesia. kehadiran Bapak Presiden dan para insan Koperasi Merupakan Motivator bagi kami semua dan sebagai pemicu semangat dalam mengembangkan perkoperasian di nusantara ini.

Tanggal 12 Juli 1947 merupakan sejarah berdirinya koperasi untuk melakukan perubahan kondisi ekonomi rakyat. para tokoh pejuang Ekonomi rakyat yang dimotori oleh seorang pamong praja patih Raden arya wirya atmaja di tasik malaya untuk melaksanakan Konggres Koperasi I pada tanggal 12 Juli 1947 sehingga setiap tanggal 12 Juli dijadikan hari jadi Koperasi Republik Indonesia.

Perjalanan Panjang Koperasi diwarnai berbagai Dinamika dan momentum. hari koperasi akan kami jadikan sebagai evaluasi diri dan Instropeksi bersama. kami bertekat kinerja baik akan kami tingkatkan dan dikembangkan terus sedangkan yang masih kurang berhasil harus diperbaiki demi kemajuan Koperasi dan Kepentingan Rakyat bukan Kepentingan Seseorang atau Kelompok.

Tema Peringatan Hari Koperasi ke 63 tahun 2010 ini yaitu Koperasi Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat. tema tersebut mengandung semangat dan tekad untuk lebih membangkitkan Peran koperasi sebagai  Gerakan Ekonomi Rakyat dan Soko Guru Perekonomian Nasional sehingga Mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat bukan menyengsarakan rakyat. Koperasi ini dibentuk berdasarkan iuran dari para rakyat yang tergabung didalam anggota Koperasi. jadi jangan sekali-kali meninggalkan anggota tersebut. jelas menteri Koperasi dan UKM

KUD Langgeng berhasil meraih peringkat ke II setelah KUD asal tuan rumah Provinsi Jawa Timur, Surabaya dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke 63, Kamis (15/7). Penghargaan tingkat nasional ini langsung diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam upacara peringatan tersebut kepada pengurus KUD Langgeng H Suherman.

Ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Kopindag) Kuansing Drs H Darwin Yohanis MSi yang dihubungi Riau Pos, Jumat (16/7) melalui seleluernya.

Darwin Yohanis yang masih di Surabaya mengatakan, prestasi yang diraih KUD Langgeng tentunya tidak saja membanggakan Kabupaten Kuansing, tetapi juga Provinsi Riau. Karena KUD Langgeng menjadi utusan Provinsi Riau.

KUD Langgeng mendapatkan dua penghargaan, yakni sebagai Koperasi berprestasi tingkat nasional dan penghargaan Koperasi Award 2010. Dari 25 Koperasi se Indonesia, tim nasional melakukan penyeleksian, sehingga yang masuk nominasi sebanyak tujuh koperasi termasuk KUD Langgeng.

Dari tujuh KUD yang masuk nominasi sebagai koperasi berprestasi 2010, KUD Langgeng berada di peringkat II setelah KUD asal Surabaya, Jawa Timur. Keberhasilan KUD Langgeng meraih prestasi tingkat nasional ini, hendaknya bisa menjadikan sebagai momentum untuk membangkitkan Koperasi sebagai soko perekonomian Indonesia.

Sementara untuk Kabupaten Kuansing, keberhasilan ini tentunya bisa memberikan motivasi dan contoh kepada koperasi yang ada di Kabupaten Kuansing. Baik dari segi manejerial koperasi, administrasi, usaha yang dilakukan serta transparansi pengurus koperasi kepada anggotanya.

Penghargaan ini semua tidak lepas daripada usaha perjuangan para Pendiri Koperasi  Langgeng Marsawa terdahulu, Keberhasilan ini bukan semata-mata dapat dicapai setahun atau dua tahun namun sudah lebih dari 25 tahun perjuangan Koperasi Langgeng Marsawa ini. penghargaan ini merupakan Pemicu semangat untuk mengemban amanat kepada kita sebagai Pengurus KUD LANGGENG MARSAWA untuk lebih giat dan semangat tanpa pamrih demi tujuan para pendiri koperasi yaitu mensejahterakan rakyat (sbt)

Minggu, 04 Juli 2010

Amien Rais Minta Aisyiyah Gencarkan Kaderisasi

Kuantan Singingi (Aknet.com) - Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais meminta persyarikatan perempuan Muhammadiyah Aisyiyah, menggencarkan kaderisasi agar organisasi tersebut lebih cepat berkembang.

"Saya melihat, kaderisasi yang dilakukan Aisyiyah belum ideal dan masih di bawah lumayan, padahal kaderisasi itu penting," kata Amien Rais saat memberikan tabligh akbar dalam Muktamar ke-46 Aisyiyah di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, kaderisasi di tubuh Aisyiyah harus dilakukan dengan lebih cepat dan merambah lebih luas agar terjadi penyegaran di tubuh organisasi tersebut.
Kaderisasi tersebut, lanjut Amien, tidak harus dilakukan dengan langsung menghilangkan peran dari generasi yang berusia lebih tua.

"Seperti kata Pak Malik Fajar sebagai anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah meski sudah berusia 73 tahun, orang tua diperlukan untuk mengimbangi kepemimpinan orang muda," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, keberadaan kader yang berusia sekitar 60 tahun di kepemimpinan pusat Aisyiyah tetap diperlukan, begitu pula dengan keberadaan kader yang berusia 30 hingga 40 tahun.
"Jika jadi satu, maka Aisyiyah akan bisa terbang lebih cepat. Aisyiyah punya tugas untuk memperbanyak kader-kader itu," katanya.
Selain meminta Aisyiyah untuk memperbanyak kader, Amien juga mengusulkan agar Aisyiyah mampu mengelola perubahan tidak hanya mengantisipasi perubahan karena laju perkembangan jaman yang sangat cepat.
Ia menyatakan, saat ini seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada lima krisis peradaban, yaitu krisis kependudukan dengan adanya ledakan jumlah penduduk, krisis pangan, krisis energi, krisis ekologi dan yang terparah adalah krisis moral.
"Aisyiyah juga harus memiliki impian untuk membangun peradaban dunia dengan mampu memegang kunci peradaban di segala bidang, mulai dari keuangan hingga pendidikan," katanya.

Sumber : Antara, Yahoo news